Infinito

7 Januari 2014

Betapa tidak akan menguji ketabahan, jika sesuatu yang sudah seolah-olah seperti cinta masih juga tidak memberi jaminan kebahagiaan?
 Seno Gumira Ajidarma, dalam Linguae


Pertanyaannya sekarang mungkin sesimpel ketabahan seperti apa yang diharapkan dari cinta? Apakah akhir yang bahagia? Ataukah sekadar menikmati hadirnya, lantas bersyukur atasnya?
Cinta itu sederhana, demikian pula dengan kebahagiaan. Perkara berbahagia itu sederhana, itu kata mereka yang cukup bijak untuk berpikir layaknya filsuf kawakan. Tetapi kenyataannya kehidupan tidak sesederhana apa yang dikira, cinta dan bahagia tidak sesederhana stigma yang tertanam dalam kata.
Bagi saya, cinta dan bahagia itu sakral. Tanpa maksud meniadakan apresiasi terhadapnya, namun kenapa kita harus mengerucutkan sesuatu yang besar maknanya?
Dan, jika saya boleh jujur, tanpa jaminan kebahagiaan itu sekalipun, saya tetap tabah. Ketabahan saya tidak terkait dengan akhir yang bahagia, atau pun menemukan pemikiran cukup puas dengan kehadirannya. Ketabahan saya ini sederhana, sesederhana berharap untuk dapat menghadapi kenyataan dan mencari titik temu antara Saya, Kamu, dan Hal-hal yang belum selesai di antara kita.
-
-
Relatable mindset Sederhana, Cinta, Bahagia.
HARUSNYA SIH HARUSNYA, ini sekarang ngerjain HKD atau minimal belajar karena masih dalam lingkup UAS, bukan ala-ala bikin relatable-blah-blah gini, pffttt.
Well, have a good fight for those who still have test and happy holiday for those who already passed the final week.

Smooch,
K

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS