Constellations

15 Januari 2014

At the end, even with a drifted path or some interval, gravity always pull the earth and sun under one certain constellation.

 


Kadang, saya ingin berpikir bahwa semestalah yang sengaja menyatukan...
Anggaplah saya mengumpakan kita. Ya, saya dan kamu. Umpamakan kita itu ada, kita itu sedang, kita itu memang. Saya ingin mengumpakan kita sebagai matahari yang selalu pulang pada bumi. Matahari dan bumi selalu kembali. Sekalipun gelapnya malam sudah merajai, sekalipun dinginnya malam tak terelakkan lain. Kita kembali pada pagi.

Kita akan selalu bersama meski berjeda.
Peranmu adalah matahari dan peranku bumi. Matahari akan selalu kembali menyinari dan bumi akan selalu menyambutnya dengan pagi. Kita ini konstelasi.




Namun aku terlalu buta akan konsepsi, sampai melupakan kontelasi tidak akan terjadi tanpa gravitasi. Kita tidak terjadi tanpa kenyataan. Kita hanya perumpaaman. Mungkin syaa yang terlalu keras kepala dengan terus menyatakan bahwa kita ini takdir Tuhan.

Semesta tidak pernah menyatukan apa-apa.


-
-

Relatable mindset  Semesta, Konstelasi, Kita.
Kayaknya sih ini akibat dipikir sambil kebanyakan nonton Star Trek, DUH. Habisan jadi yang diomongin soal konstelasi, matahari, bumi, lalala yeyeye -__- Hmmm, tapi sih selain itu, ini juga follow up dari beberapa kejadian(?) dan tweets beberapa waktu yang lalu. Intinya, jadi kepingin banget bikin relatable mindset dengan aliran universe deh :3
Well, gotta admit that this is the most unsatisfying relatable i've ever made, pfft.
(ps: image credits, not mine. All from googles)

Till then,
K

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS