Turning

12 Juli 2012

Tanggal 5 Juli kemarin, si Mario pasang status di Twitter-nya, dia bilang pengumuman SNMPTN maju sehari jadi tanggal 6 Juli sementara di media cetak tanggal 7 Juli. Satu TL panik. Semua buru-buru nyerbu replies-nya Mario. Kampretnya, cowok ini malah OTM-an atau apa gitu, pokoknya dia gabales-bales mention lama. Tapi ya akhirnya dia bales, dia bilang dia baca dengan mata kepalanya sendiri di koran.
Aku juga baca di DP bbm-nya Wida yang isinya foto dari koran, isinya kurang lebih sama.
Jadi, ya aku percaya. Pengumuman SNMPTN emang maju sehari.

Balik ke DP bbm itu, di sana tertulis kutipan dari salah satu panitia SNMPTN.
"Pengumuman SNMPTN kami majukan satu hari di website dan media cetak. Hal ini dikarenakan pengumuman sudah selesai direkap lebih cepat daripada yang kami targetkan. Tanggal 6 Juli, pengumuman sudah bisa dilihat di website pukul 18.00 usai maghrib."

Terus gue mikir, besok bakal jadi shalat Maghrib terakhir. Sebelum either mimpi lo berlanjut, atau berakhir.


Besoknya, gue stand by dari jam 6 sore di web, dan dasar sial. Website-nya emang PHP. Yang namanya pengumuman belom bisa di akses.

Galau pun meraja. Keadaan rumah dari pagi juga nggak enak, belum lagi ada saudara yang dateng dari Jakarta. Semua pada lebih sibuk ngurus eyang daripada mikir hasil SNMPTN gue. Secara pribadi, gue bersyukur. Kalau-kalau gue gagal sementara gapada inget pengumuman SNMPTN itu sore ini, gue bisa nangis sendiri, tanpa harus gengsi yang ada mukmuk.

Mbak Intan kebetulan juga ada di rumah, nangkep ke-galau-an gue yang gabisa keluar kamar dari sore. Takut-takutnya aku nangis sih, jadi mending aku di kamar aja. Dia langsung nyamperin aku ke kamar, ngomong bentar. Trus aku nggak kuat lagi, nangiss. Nggak bisa bayangin kalau aku gagal gimana.

"Kamu 'kan udah usaha dek, sekarang tinggal terserah Allah. Yang penting doa, terus pasrah..."

Dan, ternyata, Allah bilang aku nggak bakal kuat kalau aku gagal...


...makanya aku diberi keberhasilan.

Meski bukan dipilihan pertama.

Waktu itu, aku langsung nangis. Aku nggak sedih, aku nggak seneng juga. Kosong, tapi entah kenapa rasanya lega. Aku langsung sms Mama yang lagi di Panti Rapih sama bude dan beberapa sanak saudara lain. Gak lama, beliau langsung nelepon. Suaranya bergetar, nyelametin aku sambil bilang seneng banget. Tapi aku kebanyakan jawabnya sambil nangis. Mama nanya, "Kamu nangis rin? Kamu sedih?"

Well, yes, of course yes....but no actually. Not that sad. Idk.


Terus Papa kasih selamat, terus Eyang, terus Bude, Mbak Nadia, Pakde, dan Ompung. Semuanya bilang seneng banget. Ompung bilang bangga sama aku, cucu pertamanya yang berhasil masuk PTN. Beliau senang bukan main sampai katanya kakinya lemes :'""
Kemudian hape rame banget, semua temen-temen nanyain dan ikut ngasih selamat via sms atau bbm.
Terakhir, Luthi telpon aku sambil teriak-teriak, kedengarannya seneng banget temennya yang bego banget ini keterima di UGM. She said she's so proud of me :')


Kemudian, sekarang semua euforianya agak mereda. Gue udah dapet temen-temen anak FH baru, udah bayar uang kuliah, dan barusan registrasi online. Gue udah liat beberapa temen-temen gue gagal dapet PTN dan sekarang lagi kelabakan cari sekolah atau memutuskan masuk ke PTS cadangan mereka. Gue udah liat beberapa orang dan temen gue berhasil masuk ke fakultas pilihan pertama gue. Gue udah liat betapa bahagianya keluarga gue karena gue keterima UGM. Gue udah nangis karena sedih, gue udah nangis karena bahagia. I see tears, I see happiness.

Setelah Shalat Isya' kemaren, gue inget sama pikiran gue beberapa hari yang lalu saat shalat Maghrib terakhir, sebelum either mimpi lo berlanjut, atau berakhir.". Gue sadar lagi satu hal, lo shalat Maghrib atau pun nggak, Isya' tetep bakalan dateng. Semuanya sama-sama diminta pertanggungjawaban sama Allah.

Keterima atau nggak, semuanya sama-sama mendatangkan kewajiban baru yang menuntut untuk diselesaikan, yang intinya sama-sama berujung pada mewujudkan mimpiku.


Mama nanya, "Kamu nangis rin? Kamu sedih?"

Does my dreams being real or destroyed?

"Nggak, Ma. Aku bersyukur."

Its not depend where you at, but how you act.

xoxo,
Karin!

PS : Bikin orang tua itu, Subhanallah, luar biasa banget. Semoga aku bisa terus jadi anak yang dibanggakan mereka. Amin Ya Rabb o:)

Ini, untuk mereka.

Tidak ada komentar:

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS